>

anak-anakku sayang
kamulah bintang terterang
dalam hatiku
semua kekuatan hidup
yang aku miliki
ada padamu
...
bidadari bersayap jingga akan menemani tidurmu
dan malaikat bersayap perak menyenandungkan
pujian semesta untukmu
selalu
peluk cium paling sayang
ibumu
(perempuan dengan tatto kupu di tangan kirinya)


<< March 2010 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed


Jul 8, 2005
pagi

"Ibu..ibu..liat Indian Dance,Banyu sudah bisa tangan dua, ini bahannya untuk ujian lho"

pagi ini seperti layaknya ibu-ibu yang lain, aku melihat tangan-tangan kecil Banyu memainkan tuts-tuts piano sebelum dia berangkat ke sekolah. Ah tak ada rasa bahagia seperti pagi ini. Menggendong Langit mandi matahari...Ahh indahnya...

Heyyy...hari ini jadi ingin menulis banyaaaaaaaaaaaaaak sekali

tentang apa saja

entah

Ketika Napoleon menikahi Josephine, dia memberikan kalung dengan sebuah bandul emas yang bertulisan sebuah kata “DESTINY”


Hari ini ibu kalian berpikir tentang hidup . Ah berpikir tentang hidup adalah pikiran favorit yang selalu membuatku harus berdiri lama di jendela ruangan teman dengan secangkir kopi susu ( maaf, ibu kalian sudah tak pernah puasa lagi sejak ibu kalian sudah tidak lagi mempercayai dogma). Entah dada ini sangat menghujan.terutama ketika ibu kalian melihat awan yang bergerak itu..entah awan-awan itu selalu membentuk gambar-gambar yang berbeda. Gambar tentang kenangan, gambar tentang kekinian dan gambar tentang harapan.semua berserak.tak berbentuk. Absurditas yang berpesta di dalam kepala.kegamangan yang berpora disudut-sudut hati yang paling sepi.

Bagaimana jika hidup ini adalah sebuah papan permainan raksasa.kita adalah pemain-pemainnya yang digerakkan tangan-tangan tak terlihat? Kekalahan yang bertubi-tubi.kemenangan yang pongah.gelak tawa yang gempita.kesedihan yang abadi.Kopi ini mendingin.dan sebuah tanah lapang dalam dada sangat aku butuhkan saat ini. Menjalani hidup.menyelesaikan satu hari.

Awan-awan itu terus bergerak.
Ada rindu yang sangat menyengat.
hujan tak reda juga dari dadaku.


I rather like one touch of her hand, one smell of her hair, one kiss of her lips, than living in eternity without it.
(City of Angels, 1998)


menanti Langit...

 

Panggil aku ibunda
Konon di bawah kakiku terletak keindahan sorga dengan semua fantasi sungai susu dan bidadari memetik harpa ( padahal aku hampir tak tega melihat pemijat refleksiku mengernyitkan hidungnya akibat oksigen yang tak ramah keluar dari sepatuku)


Panggil aku ibunda
Konon sosokku adalah kesempurnaan perempuan dengan keiklasan senyum Masyitoh merelakan dirinya untuk dibunuh Sulaiman ( padahal kata seorang teman kalau ada perempuan sempurna di dunia ini tak akan ada lagi pelacuran)


Panggil aku ibunda
Aku senang jika tangan kecilmu bisa menyentuh ujung-ujung rambutku yang tak karuan karena warna merah sok trendyku sudah luntur dan bercampur keringat di rambutku yang tak pernah sisiran ( mungkin kamu akan di strap bu gurumu nanti jika menggambarku demikian karena hampir di setiap iklan dan buku-buku cerita gambar tentangku selalu sangat cantik dengan rambut ala gadis sunsilk dng make up yg tak pudar meski asyik masak di dapur)


sungguh, panggil saja aku ibunda saja
tak perlu memakai referensi apa-apa
untuk mengenalku
cukup kamu panggil aku ibunda saja
karena aku hanya ingin menjadi ibumu
titik.tanpa koma sedikitpun.


ps:
dan ketika kamu lahir di sebuah senja saat langit merona berwarna jingga ( kamu tahu sekarang kan kenapa namamu Langit Jingga?) , hanya satu yang aku katakan kepadamu: demi kamu, apapun akan aku lakukan termasuk kematianku. jagalah selalu kemerdekaan pikiranmu, jagalah selalu kebersihan hatimu dan jangan lupa selalu cintai sesama ya Langitku?


Surat pendek untuk Banyu dan Langit

 

Matahari-matahariku,


Aku tahu, aku bukan ibu yang baik untuk kalian. aku bukan ibu yang nampak manis dan bijak dalam iklan2 di televisi. aku tidak bisa menjahit baju untuk kalian, memasak makanan bahkan untuk sekedar menemani kalian tidur ataupun membacakan buku cerita untuk kalian. sungguh anakku, aku bukan ibu seperti Masyitoh dalam cerita Sulaiman atau ibu yang bertelapak kaki surga. AKu hanya perempuan yang kebetulan melahirkan kalian dari rahimku yang selalu penuh dengan belatung-belatung pertanyaan kegelisahanku sendiri.Tetapi Matahari-matahariku aku ingin menulis sedikit saja untuk kalian.Pada suatu hari nanti, jika aku sudah tidak bisa selalu memeluk kalian, debu tubuhku sudah menyatu bersama bintang-bintang ( hey ingat kalian tidak boleh menangis dan jangan pernah menguburku jika aku mati, bakar tubuhku dan lemparkan abunya ke udara) aku hanya ingin kalian selalu ingat satu hal, selalu jaga ALAM PIKIRAN kalian.


Karena Alam Pikiran kita adalah alat yang sangat luarbiasa, didalamnya kita menciptakan, menentukan, melahirkan bahkan membunuh seluruh konsep, hukum, kaidah dan pengetahuan yang kita miliki tanpa memperdulikan tatanan nilai-nilai yang ada.. Didalam alam pikiran kita terdapat kesadaran yg esensial dalam hal mempertahankan eksistensi pribadi kita sebagai manusia yang bersifat sangat egois, Kesadaran inilah yang sering kita gunakan untuk membentengi diri kita dari dunia luar.. Alam pikiran kita mampu membenarkan apa yang salah atau menyalahkan apa yang benar, atau menakar apa yang kita butuhkan sesuai dengan wawasan dan pengetahuan kita. Tidaklah menjadi masalah apakah takaran kita sesuai dengan standard yang ada atau tidak.. semua dapat kita ubah suai sesuai selera kita, sesuai dengan apa yang kita butuhkan untuk mengembangkan diri kita. Terlepas dari itu semua, Alam pikiran kita adalah karunia yang sangat tidak ternilai, tanpa pikiran.. kita tidak akan pernah menjadi diri kita sekarang ini, pribadi yang sangat unik dan tersendiri. Dunia menilai kita sesuai dengan nilai nilai dan norma yang kita miliki didalam alam pikiran kita, dan pengakuan ideal yang tertinggi yang bisa kita raih dari dunia adalah TIADA nya kepemilikan kepentingan kita terhadap alam pikiran sesama lain, HILANGNYA kepentingan itulah yang akan menjadikan diri kita terbebas utuh dari perselisihan nilai-nilai baik dan buruk yang sangat bersifat perseorangan. Pada saat kita tidak berkepentingan, justru alam pikiran kita memberikan sisi yang terbaik terhadap dunia, menghormati dan memberikan kebebasan bagi alam pikiran lain untuk berkembang tanpa membatasi atau menghambatnya.. justru membiarkan mereka berkembang seiring sejalan bersama alam pikiran kita secara harmonis dan bahu membahu. Kita harus mampu belajar untuk menghormati alam pikiran orang lain untuk mendapatkan kehormatan yang sama, kita harus belajar menerima dan mengerti alam pikiran yang berbeda untuk bisa mengerti persamaan.. Alam pikiran kita adalah alat yang terindah, gunakanlah secara bijaksana dan kita lambat laun akan mendapatkan pencerahan yang akan membuka diri kita ke tingkatan yang lebih tinggi dalam tatanan nilai kehidupan.

 

Matahari-matahariku,


aku tahu sekarang ini kalian mungkin tidak memahami tulisanku ini, tapi ada satu hal yang mungkin kalian tidak pernah tahu.aku, ibumu. Mencintaimu dengan seluruh hidupku dan matiku.Kalian adalah matahari-matahariku, udara tempat bernafasku. Dari kalianlah seluruh kekuatan hidup dan bertahan aku dapatkan. Dari kalian juga, aku belajar bahwa dunia boleh menghancurkanku tetapi aku tidak akan mati dengan semua keputusasaan. Kalian alasanku ada di dunia ini.


Cium paling sayang dari perempuan dengan otak separuh rusak.


Ibumu